Kamis, 07 Februari 2013

Tingkatan Akidah


Assalamu alaikum Wr. Wb
 Hallo sahabat sekalian, dalam postingan ini saya akan berbagi hal tentang akidah (keimanan) dan tingkatan akidah itu sendiri. Mungkin temen-temen sekalian sudah sering mendengar istilah yang satu ini. Yups, istilah akidah memang sering didengungkan oleh penceramah di mana-mana. Namun, tahukan temen-temen sebenarnya yang dimaksud akidah itu apa? dan bagaimanakah tingkatan akidah seseorang sehingga orang tersebut disebut memiliki akidah (keimanan) yang masih lemah atau sudah kuat?. Nah, lo penasaran silahkan dibaca postingannya, semoga bermanfaat. Selamat membaca... :D



Secara bahasa, Akidah berasal dari kata Aqada yang artinya ikatan dua utas tali dalam satu buhul sehingga menjadi tersambung. Kata Aqada berarti pula janji, karena janji merupakan ikatan kesepakatan antara dua orang yang mengadakan perjanjian. Sedangkan  secara istilah akidah  diartikan sebagai sesuatu yang mengharuskan hati membenarkannya, yang membuat jiwa tenang dan menjadi kepercayaan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan.

Akidah atau iman yang dimiliki oleh seseorang tidak selalu sama bobot dan tingkatannya dengan iman yang dimiliki oleh otrang lain. Akidah memiliki tingkatan-tingkatan tertentu tergantung kepada upaya orang itu sebab iman pada dasarnya berkembang. Iman bisa tumbuh subur atau sebaliknya. Alau tidak dipelhara, iman akan berkurang, mengecil atau hilang sama sekali.

Tingkatan akidah ada empat macam sebagai berikut.

Tingkat taklid


Tingkat akidah yang sumber keyakinannya didasarkan atas pendapat orang yang diikutinya tanpa dipikirkan lagi.

Tingkat ilmul yakin


Tingkat keyakinan yang didasarkan atas bukti dan dalil yang jelas, tetapi belum sampai menemukan hubungan yang kuat antara objek keyakinan dan dalil yang diperolehnya sehingga memungkinkan orang terkecoh oleh sanggahan-sanggahan atau dalil-dalil lain yang lebih rasional dan lebih mendalam.

Tingkat ‘ainul yakin



Tingkat keyakinan yang didasarkan atas dalil-dalil rasional, ilmiah, dan mendalam sehingga mampu membuktikan hubungan antara objek keyakinan dan dalil-dalil serta mampu memberikan argumentasi yang rasional terhadap sanggahan-sanggahan yang datang sehingga tidak mungkin terkecoh oleh argumentasi lain yang dihadapkan kepadanya.


Tingkat haqqul yakin



Tingkat keyakinan yang disamping didasarkan pada dalil-dalil rasional, ilmiah dan mendalam, dan mampu membuktikan hubungan antara objek keyakinan dan dalil-dalil serta mampu memberikan argumentasi yang rasional dan selanjutnya dapat menemukan dan merasakan keyakinan tersebut melalui pengalaman agamanya. 
Referensi:
Taufiq, Ahmad dkk. 2012. Pendidikan Agama Islam Pendidikan Berbasis Agama Islam. Surakarta: Yuma Pustaka bekerja sama dengan UPT MKU PAI UNS.

Minggu, 20 Januari 2013

Pesan untuk Sahabat

Salam... wah lama ni admin gag posting artikel sebab masih berkutat sama kuliah.. maklum baru semester 1 jadi masih dalam masa penyesuaian diri dengan lingkungan kampus... hehehe :). Nah buat nebus itu, kali ini admin punya artikel tentang kata-kata bijak motivasi tentang Persahabatan. Yups, persahabatan dengan sahabat sejati yang selalu menemani sobat disaat senang, susah, kalut, dan galau. Tulisan ini sengaja admin posting supaya sobat pun tahu siapa itu sahabat sejati sobat... Bukan maksud Admin untuk menggurui sobat sekalian, tapi melalui tulisan ini admin ini berbagi tentang arti sahabat sejati karena sobat juga pastinya ingin memiliki sahabat sejati yang benar-benar sejati... Selamat Membaca.... 

Sahabat 4-Ever
Sahabat, sebuah kata yang dalam maknanya. Sahabat, kata sakral yang dapat menyatukan manusia di dunia yang beragam dan berbeda. Sahabat, orang yang selalu ada buat kita saat kita sedang senang, saat kita sedang sedih, dan saat kita sedang bimbang (Adm: Galau). Sahabat tak kan ada tanpa adanya ikatan ajaib yang bernama "PERSAHABATAN". Dalam sebuah persahabatan inilah engkau menemukan sahabat-sahabat terbaikmu. Namun, tak selama dalam persahabatan ini berjalan mulus. Ada kalanya sedikit pergesekan pendapat, ada kalanya saling break untuk menenangkan pikiran masing-masing, dan ada kalanya pengkhianatan dalam persahabatan. Itulah lika-liku persahabatan. 

Berikut ini beberapa penggal kalimat yang diharapkan mampu untuk mendiskripsikan siapa sahabat itu, agar Pelangi persahatan tetap Indah... Tapi ini hanya beberapa saja, sebenarnya sangat banyak diskripsi tentang persahabatan, karena sesungguhnya bila dituliskan maka akan ada milyaran kalimat yang terangkai untuk menggarapkan "PERSAHABATAN".

1. Dalam persahabatan dan kebersamaan, pasti kan kau temukan kesalah pahaman, kejenuhan dan gesekan. Itulah pelangi sebuah hubungan. Nikmatilah dan jadikan pelajaran. 

2. Senyum pembuka jiwa. Senyum peruntuh angkuh. Pastikan setiap hari terisi dengan senyum tulus, dari hati dan masuk ke hati. 

3. Dimanapun kita, harus menjadi warna. Warna kebaikan untuk keluarga, teman, bahkan orang yang membenci kita. Berwarnalah, bercahayalah karena kita terkirim untuk menerangi kegelapan. 

4. Kadang susah untuk mendeskripsikan siapa itu teman sejati. Teman sejati adalah siapa pun yang memperlakukanmu dengan bijak, baik didepan ataupun dibelakangmu. 

5. Bersahabatlah dengan adil, tak hanay menikmati kelebihan sahabatmu, engkau pun harus siap dengan kekurangannya. Itulah persahabatan sejati. 

6. Cari 1001 alasan untuk memafkan. Sungguh, sahabatmu, dia pun sepertimu, tempatnya salah dan keliru, maka bangun kebijaksanaan dengan jiwa yang lapang. Jadikan kekurangannya sebagai jalan kemaafanmu untuknya. Biarkan pelangi persahabatan tetap berwarna. 

7. Tak semua sahabat membaikkan. Kadang di antara mereka bak taman-taman bunga. Ada rumput-rumput liar itu wajar, cabutlah rumput itu dengan cinta tanpa merusak taman-taman bunganya. 

8. Bagi dunia, mungkin kau hanya seseorang. Namun bagi seseorang, engakau adalah dunianya. Tempat bersandar ketika jenuh, berbagi ketika beban menghampiri. Dialah sahabat sejatimu. 

9. Orang yang hanya hidup untuk dirinya sendiri, mungkin bisa istirahat, punya banyak waktu luang, tapi hidupnya kecil, tak banyak bernilai. Terlalu singkat kalau hidup hanya mementingkan diri sendiri. 

10. Jangan menuntut sahabatmu tuk menjadi orang lain, biarkan ia menjadi seperti dirinya apa adanya. Itulah makna kebersamaan, ia merangkul, mendekap dan memaknai cinta.


Referensi: Yasin, Yus Ibnu. 2012. Agar Semesta Tersenyum Padamu 1001 Nasehat untuk Sahabat. Jakarta: Arga Tilanta ESQ Leadership Center

Kamis, 15 November 2012

Proses Terjadinya negara di Zaman Modern


         Negara adalah organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Dalam pembentukannya, negara mengalami beberapa proses. Didalam tulisan ini akan dibahas tetntang proses terjadinya negara dalam kenyataan sesungguhnya bukan hanya sekedar teori- teori belaka.
            Negara-negara di dunia ini terbentuk karena mengalami beberapa proses yaitu:

 Penaklukan atau occupatie
Yaitu suatu daerah yang tidak dipertuan kemudian diambil alih dan didirikan negara diwilayah itu.
Misalnya: Liberia  adalah daerah kosong yang dijadikan negara oleh para budak Negro yang dimerdekakan oleh Amerika. Liberia dimerdekakan pada  tahun 1847.
Liberia, contoh negara yang terbentuk melalui penaklukan

Peleburan atau fusi
Yaitu suatu penggabungan dari dua atau lebih negara menjadi satu negara baru.
Misalnya: Jerman Barat dan Jerman Timur yang bergabun menjadi negara Jerman. 
Negara Jerman Barat dan Jerman timur yang menyetujui untuk bergabung kembali menjadi negara Jerman

Pemecahan
Yaitu terbentuknya negara-negara baru akibat terpecahnya negara lama sehingga negara sebelumnya menjadi tidak ada lagi.
Misalnya: Negara Yugoslavia yang terpecah menjadi Negara Slovenia, Kroasia, Macedonia, Serbia, Boznia-Harzegovina, Kosovo dan Montenegro.
Negara Uni Sovyet yang terpecah menjadi banyak negara-negara baru seperti Armenia, Azerbaijan, Belarus, Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kirgiztan, Latvia, Lituania, Moldova, Rusia, Tajikistan, Turkmenistan, Ukraina, dan Uzbekistan.
Cekoslovakia yang terpecah menjadi negara Ceko dan Slovakia.
Pecahan Yugoslavia





Pemisahan Diri
Yaitu memisahnya suatu bagian wilayah negara kemudian terbentuk negara baru.
Misalnya: Wilayah India yang kemudian terpecah membentuk negara India, Pakistan dan Bangladesh. 
Timor Leste yang memisahkan diri dari Indonesia. 
India zaman dahulu

Perjuangan
Yaitu hasil dari rakyat suatu wilayah yang umumnya dijajah negara lain kemudian memerdekakan diri.
Misalnya: Indonesia yang melakukan perjuangan revolusi sehingga mampu membentuk negara merdeka.
Kebanyakan kemerdekaan yang diperoleh negara Asia-Afrika setelah Perang Dunia II adalah hasil perjuangan rakyatnya. 

indonesia_map_500
Peta Negara Kesatuan republik Indonesia

Penyerahan atau pemberian
Yaitu pemberian kemerdekaan kepada suatu koloni oleh negara lain yang umumnya adalah bekas jajahannya.
Misalnya: Inggris dan Perancis yang memiliki wilayah jajahan di Afrika, banyak memberikan kemerdekaan kepada  bangsa didaerah itu, contohnya Kongo yang dimerdekakan oleh Perancis. 

Negara Kongo yang merupakan negara yang diberikan kemerdekaan oleh Prancis


Pendudukan atas wilayah yang belum ada pemerintahan sebelumnya
Yaitu pendudukan yang terjadi pada wilayah yang sudah ada penduduknya tetapi tidak memiliki pemerintahan.
Misalnya: Australia merupakan daerah baru yang ditemukan Inggris meskipun disana telah terdapat suku Aborigin. Daerah Australia selanjutnya dibuat koloni-koloni dimana penduduknya didatangkan dari daratan Eropa. Australia dimerdekakan pada tahun 1901. 
Velocity Wheels - Australian Made

catatan tambahan:

Perbedaan  antara penaklukan dan pendudukan atas wilayah yang belum ada pemerintahan sebelumnya adalah pada Penaklukan, daerahnya belum memiliki penduduk dan pemerintahan. Sedangkan pada pendudukan atas wilayah  yang belum ada pemerintahan, sudah memiliki penduduk tapi belum memiliki pemerintahan saja.

Perbedaan antara Pemecahan dan Pemisahan diri adalah pada Pemecahan, negara lama atau negara sebelumnya benar-benar hilang dan terpecah menjadi negara-negara baru. Sedangkan pada Pemisahan Diri, negara lama masih ada dan bagian yang memisahkan diri itu membentuk negara baru. 


Referensi:
Winarno. 2011. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara.

Rabu, 15 Agustus 2012

Puasa bagi Pekerja Berat, Gimana Ya?



Ketika ayat 183 dan 184 Surat Al-Baqarah turun sampai dengan yang tertulis dibawah ini, para mufasir berbeda-beda dalam memberikan penjelasan.:

183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[114], Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
[114] Maksudnya memberi Makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari.

Perbedaan penjelasan itu terjadi karena adanya bagian ayat diatas yang berbunyi:
....... Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin .... (Q.S. Al-Baqarah: 184)
            Bagian ayat ini dipahami sebagai pemberian kesempatan untuk memilih antara berpuasa dan tidak berpuasa dengan membayar fidyah. Kemudian, orang-orang tidak brlaku demikian karena turun bagian ayat sesudahnya yaitu:

... karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain ... (Q.S Al Baqarah:  185)
Pekerja Berat tetap berpuasa saat berjuang mencari Rizki Allah

Kita yang masih muda dan kuat menjalankan puasa Ramadan sebaiknya tetap menjalankan puasa sehingga tidak harus mengganti puasa itu dengan fidyah.
            Fidyah adalah memberikan makan setiap hari satu orang miskin dengan setengah Sha’ (gantang) bahan makanan, yaitu yan cukup untuk dua kali makan satu orang dalam sehari (1 Sha’ = 4 mudd dan 1 mudd = 600 gram, jadi ½ Sha’ =  1.200 gram atau 1kg 2ons). Demikian menurut keterangan dari Dr. Dib Al-Bigha dalam kitab, At-Tadzhib.
            Pakar tafsir terkemuka, Prof. M. Quraish Shihab menjelaskn bahwa saat turun ayat 183 dan 184, para mufasir  mimiliki pendapat yang berbeda-beda tentang kedua ayat tersebut.
Pertama, ada yang berpendapat bahwa pada mulanya Allah SWT memberikan alternatif bagi orang yang wajib puasa, yaitu berpusa atau tidak berpuasa, tetapi dengan membayar fidyah.
Kedua, ada juga yang berpendapat bahwa ayat ini berbicara tentang para musafir dan orang sakit. Bagi kedua kelompok ini terdapat dua kemungkinan: musafir dan orang yang berat berpuasa maka ketika itu dia boleh tidak berpuasa; dan ada juga diantara mereka yang sebenarnya mampu berpuasa, teapi enggan karena kurang sehat dan dan atau dalam perjalanan. Maka, mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan  menggantinya dengan membayar fidyah.
            Dalam karya beliau, Wawasan Al-Qur’an, Prof. M. Quraish Shihab menyatakan bahwa pendapat-pendapat diatas tidak populer dikalangan mayoritas ulama. Mayoritas memahami ayat ini penggalan itu berbicara tentang orang-orang tua atau orang yang mempunyai pekerjaan yang  sangat berat sehingga puasa sangat memberatkannya, sementara ia tidak mempunyai sumber rezeki lain, kecuali pekerjaan itu. Dalam kondisi semacam ini mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa danwajib membayar fidyah. Demikian pula halnya dengan orang sakit yang diduga tidak akan sembuh dari penyakitnya sehingga ia tidak dapat berpuasa. Orang sakit seperti ini diperbolehkan tidak berpuasa dan wajib membayar fidyah.
Bagian ayat itu juga mengatur perihal perempuan hamil dan menyusui. Dalam hal ini trdapat rincian. Jika perempuan hamil dan menyusui itu mengkhawatirkan dirinya, diperbolehkan baginya untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadan tetapi wajib qadha’ (mengganti di hari lain) dan tidak wajib mengelurkan fidyah. Jika yang dikhawatirkan adalah anak yang dikandung atau yang disusui, diperbolehkan baginya tidak berpuasa Ramadan tetapi wajub qadha’ dan membayar fidyah. Demikian penjelasan Dr. Dib Al-Bigha dalam At-Tazhib.
            Abu Bakar Al-Ajurri sebagaimana dikutip oleh Prof. Wahbah Az-Zuhaili, menyatakan bahwa pekerja berat yang takut tidak kuat berpuasa, hendaknya berbuka dan qadha’ apabila memang sulit meninggalkan pekerjaannya. Tetapi, jika tidak membahayakan dirinya maka ia wajib tetap berpuasa.
            Para fuqaha menetapkan wajibnya sahur dan berniat puasa bagi pekerja berat seperti tukang ketam, pembuat roti, tukang besi, dan petugas pengamat perbintangan (astronom) yang bekerja peuh waktu dan penuh konsentrasi. Mereka boleh berbuka puasa jika ternyata mengalami kehausan atau kelaparan yang akan membahayakan jiwanya serta wajib qadha’. Dasarnya adalah firman Allah SWT: 

... Dan janganlah kamu membunuh dirimu[287]; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Q.S. Sn-Nisa’: 29)
[287] Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, karena umat merupakan suatu kesatuan.

Didalam ayat lain Allah berfirman:
  
... Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Maidah: 3)
 [398] Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa.
            Mengapa para fuqaha mewajibkan pekerja berat untuk sahur dan menetapkan niat pusa? Karena sipapun tidak akan tahu apa yang akan terjadi besok. Firman Allah berikut ini tidak luput dari pertimbangan fuqaha itu: 

... Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok[1187]. (Q.S. Luqman:34)
[1187] Maksudnya: manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, Namun demikian mereka diwajibkan berusaha.


            Berkaitan dengan ayat itu, Imam Syafi’i menyatakan didalam karyanya, Ar-Risalah bahwa manusia beribadah kepada Allah dengan mengucap atau melakukan sesuatu yang diperintahkan-Nya dan tidak melampauinya karena sesungguhnya itu adalah anugerah Allah SWT. Artinya, seoran muslim tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi pada dirinya esok hari sehingga tidak memanfaatkan anugerah dibalik keberkahan sahur dan pahala niat berpuasa wajib berdasarkan keadaannya sekarang. Bisa jadi, besok hari pekerjaannya tidak seberat biasanya. Dan, bisa jadi pula, fisiknya tidak selemah seperti biasanya. Hal-hal yang tidak diketahui ini adalah urusan Allah.
            Al-Qathani didalam karyanya, As-Safar wa Ahkamuhu, menetapkan hukum sunnah bagi para penempuh perjalanan jauh untuk menuliskan surat wasiat sebelum berangkat karena ia tidak tahu tentang apa yang akan terjadi dalam perjalanannya. Hal ini juga berdasarkan pada ayat 34 Surat Luqman.
            Mengapa pembuat roti dimasukkan ke dalam kelompok pekerja berat? Karena pada waktu itu, pembuatan roti masih menggunakan teknologi sederhana. Pembuatnya harus berada disamping alat pemasak yang mngeluarkan panas dan menyebabkan suhu tinggi pada ruangan kerja mereka. Suhu tinggi diruang kerja ini menyedot banyak air didalam tubuh mereka, sehingga tubuh bisa mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) jika berpuasa. Kini sebagian pembuat roti sudah menggunakan peralatan yang lebih bersahabat bagi para pekerjanya sehingga sekarang tidak dimasukkan kedalam kategori pekerja berat. Demikian pula dengan tukang ketam dan tukang besi karena adanya peralatan yang dapat dioperasikan dengan tenaga listrik  dan menghemat tenaga manusia.

         Disarikan dan dikutip dari  Fiqih Puasa untuk Remaja  karangan M. Dian Nafi’ cetakan pertama Juli 2010 Penerbit Inti Medina hal: 188-192.

Buat yang masih punya pertanyaan ataupun uneg-uneg tentang blog ini silahkan kirimkan komentar anda dikolom dibawah ini. Tetap senyum, tetap semangat. Salam Bichephy. See you. Wassalamu alaikum ..... 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes